Jumat, 09 Juni 2023, bertempat di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat lantai 1 UNSOED, berlangsung workshop Hybrid “Penyusunan Masterplan KHDTK UNSOED Hutan Pendidikan : Integrated Agriculture Forestry Learning Center” yang diselenggarakan oleh BPU. Hadir Rektor UNSOED beserta para Wakil Rektor, para Dekan, Para Ketua Lembaga, Kepala Biro, Kepala Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Desa Candiwulan Purbalingga, Kepala Desa Karangjengkol Purbalingga, para pegiat KHDTK, dan undangan. Penyusunan Masterplan ini melakukan Langkah pertama setelah dikeluarkannya SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dengan no SK.125/MENLHK/SETJEN/PLA.0/2/2023 mengenai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unsoed dengan luas ± 100 Ha
Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc. selaku Kepala Badan Pengelola Usaha (BPU) UNSOED dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan UNSOED yang telah memberikan kesempatan kepada BPU untuk melaksanakan pengelolaan KHDTK UNSOED. “Melalui workshop ini, Masterplan KHDTK UNSOED diharapkan sesempurna mungkin yaitu dibuat dengan mendengarkan saran berbagai pihak, sehingga naskah masterplan KHDTK ini, nanti dapat mempermudah dan memperlancar proses pengembangan KHDTK UNSOED yang sudah diamanatkan kepada UNSOED,” harap Ketua BPU.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, S.T., M.T. dalam sambutannya juga mengucapkan selamat kepada UNSOED atas terbitnya SK penetapan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) dengan luas kurang lebih 99,8 Ha. “Ini menambah jumlah KHDTK yang ada di Jawa Tengah yang dikelola oleh kampus. Saat ini di Jawa Tengah terdapat 8 HDTK, di mana 4 kawasan dikelola oleh kampus, 3 dikelola oleh UPT KLHK dan 1 dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jawa Tengah,” ungkapnya.
Rektor UNSOED Prof. Dr. Ir Akhmad Sodiq M.Sc., Agr., IPU dalam sambutannya mengatakan bahwa UNSOED selalu berikhtiar untuk meningkatkan transformasi di bidang pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas lulusan dan mahasiswa, dosen atau tenaga pengajar dan kualitas kurikulum. “Keberadaan KHDTK menjadi satu instrumen baru, dan memberikan banyak manfaat baik sebagai hutan pendidikan dan juga dikembangkan untuk unit-unit usaha yang berkaitan dengan ekonomi dan social responsibility,” ungkap Rektor.
Pencarian tentang obat penggugur kandungan Cytotec atau misoprostol di Google telah menjadi topik yang sering dibahas. Cytotec adalah obat yang awalnya dibuat untuk mengatasi tukak lambung, namun kini sering digunakan secara ilegal untuk aborsi. Dalam pencarian ini, pengguna internet biasanya ingin tahu cara kerja, dosis, serta risiko yang terkait dengan penggunaan obat tersebut. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan obat penggugur kandungan ini tanpa resep atau panduan medis dapat membahayakan kesehatan dan berisiko melanggar hukum di banyak negara, termasuk Indonesia.
Salah satu hal yang banyak dicari di Google adalah mengenai bagaimana Cytotec atau misoprostol digunakan untuk menggugurkan kandungan. Obat aborsi ini bekerja dengan cara merangsang kontraksi rahim, yang menyebabkan pengeluaran jaringan janin. Meskipun banyak informasi tersebar di internet mengenai dosis dan cara penggunaannya, tindakan ini sangat berisiko. Salah penggunaan obat penggugur kandungan ini dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk pendarahan berat, infeksi, hingga kematian. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak mengambil langkah ini tanpa pengawasan medis.
Google juga menjadi tempat di mana orang mencari informasi mengenai efek samping Cytotec untuk aborsi. Beberapa efek samping yang umum dilaporkan termasuk mual, muntah, diare, dan kram perut. Namun, yang paling berbahaya adalah pendarahan hebat atau perdarahan yang tak terkendali. Dalam kasus yang parah, kondisi ini bisa memerlukan perawatan medis darurat. Banyak artikel di Google yang memperingatkan tentang bahaya penggunaan obat pengguguran kandungan ini tanpa bimbingan dokter, namun banyak juga informasi yang menyesatkan yang mengabaikan risiko ini.
Pencarian terkait legalitas Cytotec juga sering muncul di Google. Di beberapa negara, termasuk Indonesia, aborsi adalah tindakan ilegal kecuali dalam kondisi medis tertentu. Penggunaan Cytotec untuk tujuan obat aborsi tanpa indikasi medis yang sah dapat dikenakan hukuman berat. Banyak perempuan yang terjebak dalam situasi sulit sering kali tergoda untuk mencari solusi instan melalui informasi yang mereka temukan di internet. Namun, penting untuk memahami bahwa solusi ini bisa berbahaya baik dari segi kesehatan maupun hukum.
Obat aborsi adalah obat yang digunakan untuk menggugurkan kandungan pada wanita yang tidak ingin melanjutkan kehamilan. Ada berbagai jenis obat aborsi yang tersedia di pasaran, dan dalam artikel ini, kami akan membahas tujuh nama obat aborsi yang umum digunakan serta cara penggunaannya. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan obat aborsi harus dilakukan di bawah pengawasan medis yang tepat dan hanya dalam situasi yang sah dan aman.
1. Mifepristone: Mifepristone adalah salah satu obat aborsi yang paling umum digunakan. Obat ini bekerja dengan menghambat hormon progesteron yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Mifepristone biasanya dikonsumsi bersama dengan misoprostol untuk hasil yang lebih efektif.
Cara penggunaannya adalah dengan mengonsumsi satu tablet mifepristone secara oral di bawah pengawasan dokter. Setelah beberapa hari, biasanya diikuti dengan konsumsi empat tablet misoprostol secara vaginal atau oral.
2. Misoprostol: Misoprostol adalah obat penggugur kandungan yang juga sering digunakan. Obat ini bekerja dengan merangsang kontraksi rahim untuk mengeluarkan hasil kehamilan. Misoprostol dapat dikonsumsi secara oral atau dimasukkan ke dalam vagina.
Cara penggunaannya adalah dengan mengonsumsi empat tablet misoprostol secara oral atau memasukkan empat tablet misoprostol ke dalam vagina. Dosis dan jadwal penggunaan harus ditentukan oleh dokter yang berwenang.
3. Methotrexate: Methotrexate adalah obat aborsi yang digunakan dalam kasus kehamilan dini. Obat ini bekerja dengan menghancurkan sel-sel janin yang sedang berkembang. Methotrexate biasanya dikombinasikan dengan misoprostol untuk hasil yang lebih baik.
Cara penggunaannya adalah dengan mengonsumsi satu dosis methotrexate secara oral atau disuntikkan oleh dokter. Setelah beberapa hari, biasanya diikuti dengan konsumsi empat tablet misoprostol secara vaginal atau oral.
4. Cytotec: Cytotec adalah merek dagang dari misoprostol yang sering digunakan sebagai obat aborsi. Obat ini bekerja dengan merangsang kontraksi rahim untuk mengeluarkan hasil kehamilan. Cytotec dapat dikonsumsi secara oral atau dimasukkan ke dalam vagina.
Cara penggunaannya sama dengan misoprostol, yaitu dengan mengonsumsi empat tablet Cytotec secara oral atau memasukkan empat tablet Cytotec ke dalam vagina. Dosis dan jadwal penggunaan harus ditentukan oleh dokter yang berwenang.
5. Cyrux: Cyrux adalah obat aborsi yang mengandung mifepristone. Obat ini bekerja dengan menghambat hormon progesteron yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. RU-486 biasanya dikonsumsi bersama dengan misoprostol untuk hasil yang lebih efektif.
Cara penggunaannya adalah dengan mengonsumsi satu tablet RU-486 secara oral di bawah pengawasan dokter. Setelah beberapa hari, biasanya diikuti dengan konsumsi empat tablet misoprostol secara vaginal atau oral.
6. Gastrul: Gastrul adalah merek dagang dari dinoprostone, yang digunakan untuk menginduksi persalinan atau menggugurkan kandungan. Obat ini bekerja dengan merangsang kontraksi rahim untuk mengeluarkan hasil kehamilan.
Cara penggunaannya adalah dengan memasukkan satu tablet Cervidil ke dalam vagina. Dosis dan jadwal penggunaan harus ditentukan oleh dokter yang berwenang.
7. Protecid: Protecid adalah hormon yang digunakan untuk merangsang kontraksi rahim. Obat ini sering digunakan dalam persalinan atau untuk menggugurkan kandungan.
Cara penggunaannya adalah dengan injeksi intravena oleh tenaga medis yang berpengalaman. Dosis dan jadwal penggunaan harus ditentukan oleh dokter yang berwenang.
Penting untuk diingat bahwa penggunaan obat aborsi harus dilakukan di bawah pengawasan dokter yang berpengalaman dan dalam situasi yang sah dan aman. Penggunaan obat cytotec tanpa pengawasan medis dapat berbahaya dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Jangan ragu untuk mencari bantuan medis dan konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat aborsi. Keputusan untuk menggugurkan kandungan adalah keputusan yang serius dan harus dipertimbangkan dengan matang.
Lebih lanjut dikatakan bahwa pasca mendapat SK tugas selanjutnya adalah perlu adanya kerja sama mengelola KHDTK sesuai dengan tujuannya berdasar peraturan yang berlaku. Tahap awal aspek perencanaan perlu segera dilakukan, dan secara substantive pengelolaan hutan juga mengedepankan kekhasan wilayah / kondisi masyarakat sekitar dan juga tema yang diusung oleh UNSOED. “Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan sangat mendukung yang dikelola oleh UNSOED, dan tentu kami siap untuk bekerja sama”, pungkasnya.
Hadir sebagai narasumber dalam workshop ini yaitu Ir. Yana Juhana, M.Sc.Forest.Trop (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Dr. der. Forst. Ir. Ricky Avenzora, M.Sc.F.Trop (Tenaga Ahli Pengembangan KHDTK IPB University), dan Andry Hernanto, S.H., M.M. (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).
Di sela-sela workshop tersebut juga dilakukan penandatangan Komitmen Bersama antara Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) tentang Penelitian, Pendidikan, dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Peningkatan Kualitas Sumber Daya. Ditandatangani oleh Widi Hartanto, S.T., M.T. (Kepala Dinas Lingkungan Hidup & Kehutanan Provinsi Jawa Tengah), dan Dr. Adi Indrayanto, S.E., M.Sc. (Kepala BPU UNSOED).
Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UNSOED memiliki visi “Menjadi Hutan Pendidikan Sebagai media Implementasi Tri Dharma Perguruan Terbaik di Indonesia dengan Pengelolaan Hutan Lestari Berstandar Internasional Berbasis Kearifan Lokal”. Strategi pencapaian visi tersebut membutuhkan masukan dari stake holder terkait pemegang kebijakan, agar pelaksanaan kegiatan nantinya merupakan perwujudan manajemen kelola SDH, manajemen Kelola Pelayanan Tridharama dan Manajemen Kelola Usaha yang baik.